25. Benarkah Pengakuan Wahdah Islamiyah bahwa Mereka Senantiasa Merujuk kepada Para Ulama Salaf dalam Segala Permasalahan?
Pertanyaan:
Wahdah Islamiyah mengaku senantiasa merujuk kepada para ulama Salaf dalam segala permasalahan seperti ulama mutaqaddimin. Benarkah demikian?
Jawaban:
Orang-orang Wahdah Islamiyah itu mempunyai dua trik dalam merujuk kepada para ulama: pertama, mereka itu seperti yang dikatakan oleh Waki’ Ibnul Jarrah rahimahullâh,
يكتبون ما لهم فقط
“Hanya mengambil apa-apa yang bisa menguatkan mereka saja.”
Kemudian yang kedua, mereka kadang-kadang berdusta. Manhaj hizbiyyah itu dibangun di atas tiga rukun seperti kata Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullâh:
- Rukun pertama: dusta;
- Rukun kedua: talbis, memberikan kerancuan dan kesamar-samaran;
- Rukun ketiga: al khida’, menipu.
Ini semuanya ada pada mereka: kedustaan, talbis, menipu. Sebagai bukti nyata, pada saat kita mengadakan acara muhadharah ini, mereka menyebarkan selebaran fatwa Syaikh Bin Baz (fatwa umum untuk seluruh du’at). Nasihat yang bagus, namun di bagian akhir selebaran mereka, orang-orang Wahdah Islamiyah menulis bahwa risalah ini disampaikan pada ceramah ilmiah di Ggedung Growth Centre Aptisi Wilayah IX pada tanggal 19 Mei 2002 pukul 08:30 sampai selesai. Mereka tidak malu berdusta. Padahal selebaran ini mereka yang tulis, kemudian ia kirim orang ke majelis kita sementara saya masih ceramah ia datang menyebarkan dan mengatakan, “Ini disampaikan,” katanya. Setelah itu ada yang berkata bahwa datang ralatannya, katanya, “dibagikan.” Sangat jauh kalau salah tulis itu antara “disampaikan” dan “dibagikan”! Bagaimana bisa diralat seperti ini?! Memang kalau orang sudah pokoknya adalah hizbiyyah maka dusta-dusta yang seperti ini terlalu mudah.
Filed under: Bab 5: Tanya Jawab Seputar WI





