Pendahuluan Ke-5: Syariat Islam adalah Syariat yang Sempurna
Perlu diketahui bahwa dakwah ahlus sunnah, dakwah Islam adalah syariat yang sempurna, universal mencakup segala sesuatu.
Allah subhânahu wa ta’âlâ telah menerangkan dalam firman-Nya,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.” (QS Al Mâ-idah: 3)
Dan Allah subhânahu wa ta’âlâ berfirman,
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ.
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS An Nahl: 89)
Karena kesempurnaannyalah, sehingga segala sesuatu telah diterangkan dalam Al Qur’an tanpa terkecuali, dalam makna tersurat maupun tersirat, ketetapan secara nash maupun dalil-dalil umum yang mencakup berbagai masalah. Allah subhânahu wa ta’âlâ telah menegaskan,
مَّا فَرَّطْنَا فِي الكِتَابِ مِن شَيْء.
“Tiadalah Kami lalaikan sesuatupun di dalam Al Kitab.” (QS Al An’âm: 38)
Dan Allah subhânahu wa ta’âlâ berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kalian turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian”. (QS Al Baqarah: 208)
Segala sesuatu telah dijelaskan, bahkan perkara-perkara yang nampaknya sepele sekalipun telah diterangkan dalam agama ini sehingga membuat orang-orang musyrikin dan ahlul kitab iri hati dan dengki kepada umat Islam. Salman Al Farisi radhiyallâhu ‘anhu berkata,
قَالَ لَنَا الْمُشْرِكُوْنَ هَلْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَيْئٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ, قَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِيْنِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلِّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيْعٍ أَوْ بِعَظْمٍ.
“Kaum musyrikin berkata kepada kami, “Apakah Nabi kalian mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai (masalah) tata cara buang air?” Maka (Salman) menjawab, “Benar, sungguh beliau telah melarang kami menghadap ke kiblat ketika buang air besar atau ketika buang air kecil, (melarang) kami beristinja` dengan tangan kanan, (melarang) kami beristinja` kurang dari tiga batu atau kami beristinja` dengan kotoran atau tulang.”
Ibnu Abi ‘Ashim punya kitab khusus Kitabuz Zuhud dan banyak lagi yang mempunyai Kitabuz Zuhud dikalangan para ulama, berbicara di segala bidang. Dalam mu’amalah dalam akhlaq, Imam Al Bukhari Al Adabul Mufrad—subhanallâh—pembahasan tentang akhlaq yang mulia. Maka segala sesuatu dibicarakan dalam syari’at Islam, bahkan masalah siasat ada pembicaraannya dalam syari’at kita Al Islam. Maka agama kita ini telah sempurna, tidak perlu mencari suatu tambahan apapun dan jangan menyangka ada kekurangan di dalamnya.
Maka dakwah ini, dakwah Ahlus Sunnah ini adalah dakwah yang universal membicarakan segala sesuatu. Dan membantah ahlul bid’ah itu adalah bagian dari dakwah, tetapi itu bukan pekerjaan kami tiap hari dan bukan itu terus yang dilakukan Ahlus Sunnah, membantah terus, tidak. Syaikh Muqbil rahimahullâh mengatakan, “Ya ikhwan, kami ini sebenarnya hanya berjalan, jalan terus; memberikan pelajaran, sibuk dengan pelajaran mengajarakan dan ta’lim. Adapun ahlul bid’ah, itu sambil jalan kita beri pukulan lalu jalan lagi.” Jadi bukan pekerjaannya itu-itu terus.
Maka segala sesuatu telah dituntunkan dalam syari’at Islam. Dan amar ma’ruf nahi mungkar juga dari perkara yang penting ada tashfiyah dan ada tarbiyah. Tashfiyah membersihkan umat dari kesyirikan, bid’ah, khurafat, dari perkara yang salah. Kalau misalnya ada salahnya dan At Tarbiyah, mendidik mereka yang benarnya bagaimana. Ini yang ada dalam Islam dua perkara ini, At Tashfiyah dan At Tarbiyah bukan tarbiyah saja sehingga menjadikan label “Dakwah Tarbiyah dan Mujahadah“. Mana tashfiyahnya? Jadi ini yang perlu diperhatikan. Maka agama kita ini adalah agama yang sempurna dan dakwah di dalam agama dan tuntunan syari’at ini adalah dakwah yang universal dan telah mencakup segala sesuatu.
Filed under: Bab 1: Muqaddimah





